18Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XII Kadang unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan memengaruhi norma-norma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. Hal itu berarti ada gangguan yang terus-menerus terhadap keserasian masyarakat.
Cirimanusia atau masyarakat modern adalah menerima adanya perubahan yang terjadi di masyarakat. Karena anggapan-anggapan adanya hal baru akan merusak nilai yang sudah ada terlebih dahulu, sikap adanya stereotip dengan adanya hal baru merupakan hal yang wajar terjadi akan tetapi akan disayangkan apabila hal ini terus berlanjut, karena dengan adanya hal baru tidak semua membawa dampak buruk.
Masyarakatmencurigai data luas Waduk Lambo sekitar 592 hektare tidak sesuai kenyataan dan yang disembunyikan. Sehingga ketika perwakilan Masyarakat menanyakan dokumen Amdal sosialisasi itu, kata Wily, acaranya langsung ditutup. BWS menjelaskan lokasi waduk di Lowose dapat menampung 50 juta meter 3 dengan tinggi bendungan 56 meter.
Jabarkanunsur-unsur masyarakat menolak adanya hal-hal baru ! - 19362580. amri2494 amri2494 16.11.2018 IPS Sekolah Menengah Pertama terjawab Jabarkan unsur-unsur masyarakat menolak adanya hal-hal baru ! 1 Lihat jawaban Iklan
Deskripsi Pengertian Masyarakat, unsur-unsur, kriteria, ciri-ciri, syarat-syarat, golongan masyarakat. Hidup di dalam lingkungan bermasyarakat nyatanya tidak membuat setiap individu tahu mengenai pengertian masyarakat. Padahal hal tersebut sangat erat hubungannya dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, semua manusia merupakan anggota dari sebuah komunitas bernama masyarakat.
PrasangkaTerhadap Hal-Hal Baru. Adanya prasangka terhadap hal-hal baru juga menjadi faktor penghambat perubahan sosial. Prasangka buruk atau prejudice tentu membuat masyarakat mempertimbangkan kemungkinan terburuk jika perubahan sosial terjadi sehingga mereka menolaknya.
JenisHipotesis. Jenis hipotesis dapat dilihat pada bagan berikut: 1. Hipotesis Nol (Ho) Hipotesis Nol (Ho) adalah hipotesis yang menyatakan tidak ada perbedaan kejadian antara kedua kelompok. Atau hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel satu dengan variabel lain. Berikut contoh hipotesis nol :
xPzYmj. - Berikut ini pengertian Perubahan Sosial Budaya, lengkap beserta penyebab, faktor pendorong dan penghambat, serta contohnya. Perubahan sosial adalah hal-hal yang bisa dilihat dan dirasakan di kehidupan sehari-hari. Menurut Selo Soemardjan dalam Soerjono Soekanto 2002, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Sementara itu, menurut William Ogburn dalam Elly M. Setiadi 2011, batasan ruang lingkup perubahan sosial, mencakup unsur-unsur kebudayaan, baik yang bersifat materiil maupun yang tidak bersifat materiil imateriil dengan menekankan pengaruh yang besar dari unsur-unsur kebudayaan yang materiil terhadap unsur imateriil. Dari pengertian tersebut, diketahui bahwa perubahan sosial merupakan perubahan pada sistem sosial, struktur, dan fungsi masyarakat. Sementara perubahan budaya adalah perubahan yang terjadi pada unsur budaya manusia, baik berupa artefak, benda, ataupun ide gagasan. Baca juga Pengertian Globalisasi Beserta Dampak Positif dan Negatif di Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya Baca juga Apa Itu Paragraf? Berikut Pengertian, Jenis dan Contohnya Perubahan sosial dan perubahan budaya merupakan hal yang berbeda, tetapi keduanya mempunyai keterkaitan satu sama lainnya. Perubahan budaya dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Perubahan budaya yang terjadi banyak dipengaruhi oleh modernisasi yang kemudian dapat menimbulkan gejala perubahan sosial. Penyebab Perubahan Sosial Budaya Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya, baik faktor yang berasal dari luar eksternal maupun yang berasal dari dalam internal. Menurut Soerjono Soekanto, adanya faktor-faktor internal dari dalam masyarakat dan eksternal dari luar masyarakat yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Ilustrasi belanja online - Beragam aspek kehidupan dipermudah dengan adanya internet. Perubahan sosial pun terjadi misalnya dalam bentuk perubahan interaksi perdagangan. 1. Faktor Internal Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri.
- Adat dan kebiasaan dapat menjadi faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial. Secara keseluruhan, terdapat 9 faktor yang menghambat perubahan sosial tidak dapat dihindari dari kehidupan bermasyarakat. Meski begitu, perubahan tersebut dapat berjalan lambat, karena sejumlah faktor yang sosial memiliki 4 ciri khas yang paling umum diketahui, menurut sosiolog, Selo Soemardjan. Pertama, masyarakat merasakan perubahan sosial dalam lingkungannya, baik itu berjalan lambat atau cepat. Perubahan ini terus-menerus tanpa henti. Kedua, saat perubahan dialami oleh lembaga kemasyarakatan, akan terjadi perubahan pula di lembaga-lembaga sosial lain. Ketiga, disorganisasi dapat terjadi jika perubahan sosial berlangsung sangat cepat dalam suatu kelompok masyarakat. Akan tetapi, sifat disorganisasi ini hanya sementara. Keempat atau yang terakhir, perubahan dapat terjadi di bidang kebendaan materi maupun spiritual. Kedua bidang ini memiliki kaitan Perubahan Sosial Secara etimologi, perubahan sosial berarti perubahan pada berbagai lembaga kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem sosial masyarakat, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap, pola, perilaku di antara kelompok dalam masyarakat. Priotr Sztompka menguraikan perubahan sosial dapat dibayangkan sebagai perubahan yang terjadi di dalam atau mencakup sistem sosial, dengan penjelasan adanya perbedaan antara keadaan sistem tertentu dalam waktu yang berlainan. Konsep dasar tentang perubahan sosial berkaitan dengan tiga kriteria meliputi Studi tentang perbedaan, dalam arti dapat melihat adanya perbedaan atau perubahan kondisi objek yang menjadi fokus studi. Studi tersebut harus dilakukan dalam waktu yang berbeda, dalam arti dilakukan studi komparatif dalam dimensi waktu yang berbeda. Pengamatan pada sistem sosial yang sama, dalam arti objek yang menjadi studi komparasi tersebut haruslah objek yang sama. Sehingga pembahasan perubahan sosial selalu terkait dengan dimensi ruang dan waktu. Dimensi ruang menunjuk pada wilayah terjadinya perubahan sosial serta kondisi yang melingkupinya. Tentunya dimensi ini tidak terlepas dari aspek historis yang terjadi pada wilayah tersebut. Dimensi waktu dalam arti perubahan sosial melihat dari masa lampau past, sekarang present, dan masa depan future. Dari masa ke masa akan dibandingkan sehingga dapat diketemukan perubahan sosial yang terjadi. Di dalam proses perubahan sosial juga terdapat pendorong penguat dan penghambat perubahan sosial. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pendorong membuat proses perubahan sosial budaya menjadi lebih cepat sedangkan faktor penghambat membuat proses perubahan sosial menjadi lebih lambat bahkan gagal. Infografik sc faktor yang menghambat perubahan sosial. Faktor Penghambat Perubahan Sosial Berikut ini adalah faktor penghambat perubahan sosial budaya, seperti dikutip Sumberbelajar Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat LainMasyarakat yang kurang berhubungan dengan masyarakat lain mengalami perubahan yang lamban. Hal ini dikarenakan masyarakat tersebut tidak mengetahui perkembangan masya rakat lain yang dapat memperkaya kebudayaan sendiri. Mereka terkukung dalam kebudayaan mereka dan polapola pemikiran yang masih sederhana. Contohnya suku-suku bangsa yang masih tinggal di pedalaman. 2. Masyarakat yang Bersikap TradisionalUmumnya masyarakat tradisional memegang kuat adat istiadat yang ada. Mereka menolak segala hal baru yang berkenaan dengan kehidupan sosial. Adat dan kebiasaan diagung-agungkan. Sikap ini menghambat masyarakat tersebut untuk maju. 3. Pendidikan yang RendahMasyarakat yang berpendidikan rendah umumnya tidak dapat menerima hal-hal baru. Pola pikir dan cara pandang mereka masih bersifat sederhana. Mereka umumnya enggan mengikuti gerak perubahan yang ada. Artinya, masyarakat statis dan tidak mengalami perubahan yang berarti. 4. Adanya Kepentingan Yang Tertanam Kuat pada Sekelompok Orang vested interestAdanya vested interest yang kuat dalam suatu kelompok menyebabkan perubahan sulit terjadi. Hal ini dikarenakan setiap kelompok yang telah menikmati kedudukannya akan menolak segala bentuk perubahan. Mereka akan berusaha mempertahankan sistem yang telah ada. Mereka takut adanya perubahan akan mengubah kedudukan dan statusnya dalam masyarakat. 5. Ketakutan Akan Terjadinya Kegoyahan IntegrasiTerciptanya integrasi merupakan harapan dan cita-cita masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, integrasi merupakan sesuatu yang dilindungi oleh masyarakat. Segala hal baru ditolak untuk menghindari kegoyahan dalam integrasi masyarakat. 6. Prasangka Buruk Terhadap Unsur Budaya AsingSikap demikian sering dijumpai pada masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa asing. Pengalaman-pengalaman tempo dahulu menyebabkan mereka senantiasa berprasangka buruk terhadap budaya asing. Akibatnya, mereka menolak segala hal baru terutama berasal dari bangsa asing, walaupun akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. 7. Hambatan IdeologisPerubahan yang bersifat ideologi sangat sulit dilakukan. Mengapa demikian? Setiap orang memandang ideologi sebagai sebuah pedoman hidup yang paling mendasar. Oleh karena itu, perubahan yang bersifat ideologis tidak mungkin terjadi terlebih pada masyarakat tradisional ketika ideologi dipegang kuat dalam kehidupan sosial. Sementara, dalam Modul Mata Pelajaran Sosiologi SMA, terdapat dua faktor lain yang dapat menghambat perubahan sosial, yaitu 8. Adat dan Kebiasaan yang Mendarah DagingKebiasaan merupakan pola-pola perlaku bagi anggota masyrakat untuk memenuhi kebutuhannya pokoknya. Apabila kemudian pola-pola perilaku tersebut tidak efektif lagi dalam memenuhi kebutuhan, maka akan terjadi krisis. Misalnya dalam adopsi inovasi yang kemudian dapat menggantikan tenaga manusia, tidak selalu mudah terjadi karena disisi tertentu teknologi dapat menggantikan keberadaan tenaga manusia sehingga terjadi efektivitas dan penghematan. Di sisi lain justru memunculkan masalah baru yakni terjadi pengangguran. 9. Nilai Bahwa Hidup Ini pada Hakikatnya Buruk dan Tidak Mungkin DiperbaikiNilai ini dimiliki oleh sebagian individu yang berlatar belakang mengalami kegagalan sehingga merasa bahwa pada hakikatnya hidup itu buruk dan tidak mungkin diperbaiki. Rasa putus asa dan menyerah lebih menguasai daripada ingin bangkit dan mencoba yang baru lagi. Sehingga nilai ini penghambat terjadinya perubahan sosial. Baca juga Mengenal Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya Lain & Toleransi Apa Saja Ciri-ciri Perubahan Sosial dan Contohnya dalam Masyarakat? Apa yang Dimaksud dengan Perubahan Sosial & Apa Saja Contohnya? - Pendidikan Penulis Maria UlfaEditor Yantina DeboraPenyelaras Ibnu Azis
- Masyarakat dalam bahasa Inggris adalah society yang diambil dari kata latin socius yang artinya kawan. Masyrakat merupakan sekumpulan manusia yang saling berinteraksi. Suatu kesatuan manusia dapat memiliki prasarana melalui buku Pengantar Ilmu Antropologi 2009 oleh Koentjaraningrat, masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu. Interaksi tersebut bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Kontinuitas kesatuan masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut Interaksi antarwarga Adat istiadat Kontinuitas waktu Rasa identitas yang kuta yang mengikat semua warga Baca juga Masyarakat Pengertian, Ciri-Ciri, dan Fungsi Semua warga masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama dalam suatu tatanan pergaulan dan keadaan yang tercipta bila manusia melakukan interaksi. Unsur-unsur masyarakat Berdasarkan buku Sosiologi Suatu Pengantar 2006 oleh Soerjono Soekamto, unsur-unsur pembentuk masyarakat adalah Manusia hidup bersama minimal terdiri dari dua orang Bergaul dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat dari hidup itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia. Adanya kesadaran bahwa setiap manusia merupakan bagian dari suatu kesatuan. Menghasilkan kebudayaan yang mengembangkan kebudayaan Menurut Marion Levy terdapat empat kriteria sebuah kelompok dapat disebut masyarakat, yaitu Kemampuan bertahan setiao anggotanya Perekrutan seluruh atau sebagian anggota melalui kelahiran Adanya sistem utama bersifat swasembada Kesetian pada suatu sistem utama secara bersama-sama Baca juga Upaya Mengembangkan Kehidupan Kebangsaan Menuju Masyarakat Sejahtera Pembagian masyarakat Cara terbentuknya masyarakat mendatangkan pembagian masyarakat, di antaranya Masayarakat paksaan Contoh dari masyarakat paksaan seperti masyarakat tawanan, pengungsi, atau masyarakat pelarian ke dalam kelompok bersifat Gemeinschaft masyarakat komunal atau paguyuban menjadi kelompok bersifat Gesellchaft masyarakat asosiasi atau patembayan. Masyarakat merdeka Masyarakat merdeka terbagi menjadi dua, yakni Masyarakat alam, yang terjadi dengan sendirinya. Suku yang bertalian karena darah atau keturunan umumnya masih sederhana sekali kebudayaannya dalam keadaan terpencil. Dengan kata lain suatu masyarakat yang tidak mudah berhubungan dengan dunia luar dan bersifat Gemeinschaft. Masayarakat budidaya, ada karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan keagamaan antara lain kongsi perekonomian, koperasi, gereja, dan sebagainya. Umumnya bersifat Gesellchaft. Baca juga Peranan Masyarakat Luar Negeri Sebagai Pelaku Ekonomi Dinamika masyarakat Masyarakat memiliki sifat alami, ciri-ciri, dan peraturannya sendiri. Masyarakat mempunyai kepribadian sendiri. Dinamika atau perubahan masyarakat dapat terjadi karena beberapa faktir, yaitu Penyebaran informasi Modal, seperti sumber daya manusia atau finansial Perkembangan ilmu teknologi yang pesat Ideologi atau keyakinan yang berpengaruh terhadap proses perubahan sosial Birokrasi, kebijakan pemerintah tertentu dalam membangun kekuasaan. Aktor, secara spesifik adalah individu yang mencari kehidupan yang lebih baik Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
- Pengertian masyarakat dalam ilmu sosial bisa dilihat dalam penjelasan sejumlah ahli, baik dari disiplin ilmu antropologi maupun sosiologi. Manusia hidup beriringan dengan kebudayaan. Dengan berkelompok, manusia berhasil membentuk satuan sosial-budaya yang kemudian mendapat sebutan masyarakat. Istilah "masyarakat" berasal dari bahasa Arab, yakni berakar dari kata "syaraka" yang berarti "ikut serta, berpartisipasi." Sementara di bahasa Inggris, istilah "masyarakat" disebut dengan "society" yang berasal dari kata latin "socius," berarti "kawan."Pengertian Masyarakat Salah satunya penjelasan ahli antropologi Indonesia, Koentjaraningrat. Dalam buku karyanya yang berjudul Pengantar Ilmu Antropologi Cetakan Kedelapan, 2002 150, Koentjaraningrat menyebut, definisi masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling ābergaulā, atau dengan istilah ilmiah, saling āberinteraksiā."Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana melalui apa warga-warganya dapat saling berinteraksi," demikian tulis Koentjaraningrat. Infografik SC Unsur-unsur Masyarakat. di buku Pengantar Antropologi Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi 2019 46 karya Gunsu Nurmansyah dkk, dijelaskan bahwa definisi masyarakat adalah sejumlah manusia yang jadi satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Selain itu, Masyarakat bisa diartikan sebagai salah satu satuan sosial dalam sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Buku yang sama juga mengutip penjelasan sejumlah ahli antropologi dan sosiologi soal pengertian masyarakat. Setidaknya, terdapat 6 definisi masyarakat menurut par ahli antropologi dan sosiologi yang dicatat oleh Gunsu Nurmansyah dkk 2019 46-45, yakni sebagai Menurut ahli sosiologi Indonesia, Selo Sumarjan, definisi masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan Menurut ahli antropologi Indonesia, Koentjaraningrat, pengertian masyarakat adalah kesatuanhidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang Menurut ahli antropologi AS Ralph Linton, pengertian masyarakat ialah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap kelompoknya sebagai satu kesatuan Menurut ahli sosiologi modern paling berpengaruh, Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang mengalami suatu ketegangan organisasi ataupun perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang dibedakan kepentingannya secara Menurut Emile Durkheim, salah satu ahli pencetus sosiologi modern, definisi masyarakat ialah suatu kenyataan objektif dari pribadi-pribadi yang merupakan Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, yang juga ahli sosiologi, pengertian masyarakat adalah kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok Menurut Dannerius Sinaga, pengertian masyarakat adalah orang yang menempati suatu wilayah baik langsung maupun tidak langsung yang saling berhubungan sebagai usaha pemenuhan Phil Astrid S. Susanto menyatakan, masyarakat atau society merupakan manusia sebagai satu satuan sosial dan suatu keteraturan yang ditemukan secara Masyarakat, Modern dan Tradisional Masyarakat ModernMasyarakat modern adalah masyarakat yang sudah tidak terikat dengan adat istiadat. Dalam masyarakat modern, adat istiadat dianggap dapat menghambat kemajuan. Oleh karena itu, masyarakat modern lebih memilih mengadopsi nilai-nilai baru yang lebih rasional dalam membawa TradisionalMasyarakat tradisional merupakan masyarakat yang masih terikat dengan kebiasaan atau adat-istiadat yang telah turun temurun. Dengan kata lain, kehidupan masyarakat tradisional belum dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar lingkungan satu yang membedakan masyarakat tradisional dengan masyarakat modern adalah ketergantungan masyarakat tradisional terhadap alam ditandai dengan proses penyesuaian terhadap lingkungan Masyarakat Kesatuan hidup manusia di lingkup desa, kota, maupun negara merupakan konsep masyarakat. Di setiap kesatuan masyarakat, selalu ada unsur-unsur yang membentuk kesatuannya. Menurut Soerjono Soekanto, yang dikutip di dalam buku Pengantar Antropologi Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi 2019 52, sejumlah unsur masyarakat adalah sebagaimana perincian di bawah ini Beranggotakan paling sedikit dua orang atau lebih. Seluruh anggota sadar sebagai satu kesatuan. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama, menghasilkan individu baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antaranggota masyarakat. Menjadi sistem hidup berrsama yang memunculkan kebudayaan dan keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat. Berbagai pola tingkah laku yang khas menjadi pengikat satu kesatuan manusia yang kemudian disebut masyarakat. Pola-pola tersebut harus bersifat tetap dan berkelanjutan agar menjadi kebudayaan. Kebudayaan dilahirkan dari proses berpikir manusia, yang kemudian diyakini sebagai nilai-nilai hidup. Dengan demikian, masyarakat dan kebudayaan tidak akan mungkin terpisahkan karena masyarakat adalah wadah kebudayaan itu Masyarakat Untuk menentukan identitasnya, menurut Soerjono Soekanto, buku Sosiologi Suatu Pengantar 2003, masyarakat mempunyai ciri-ciri yang khas. Adapun daftar ciri-ciri masyarakat adalah sebagai berikut. Hidup Berkelompok Sebagai makhluk sosial, manusia tidak mampu hidup sendiri. Ketidakmampuan itu mendorong manusia hidup berkelompok. Sebab, manusia senantiasa membutuhkan bantuan orang lain. Konsep tersebut mengantarkan masing-masing individu hidup bermasyarakat. Melahirkan Kebudayaan Ketika manusia membentuk kelompok, mereka selalu berusaha mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia akan berupaya menyatukan pikiran dan pengalaman bersama agar terbentuk suatu rumusan yang dapat menjadi pedoman tingkah laku mereka, yakni kebudayaan. Selanjutnya, budaya itu dipelihara dan diwariskan ke generasi-generasi berikutnya. Mengalami Perubahan Beragam latar belakang yang menyatukan tiap-tiap individu menjadi suatu masyarakat, membuat manusia mengalami perubahan. Perubahan ini dianggap sebagai upaya masyarakat menyesuaikan diri dengan keadaan zaman. Sebagai contoh, masyarakat beralih menggunakan surat elektronik untuk menggantikan surat kertas, ketika menerima pengaruh perkembangan adalah hal yang mendasar dari terbentuknya masyarakat. Interaksi ditempuh untuk mencapai keinginan, baik pribadi maupun kolektif. Dengan berinteraksi, masyarakat membentuk suatu entitas sosial yang hidup. Terdapat KepemimpinanMasyarakat cenderung mengikuti peraturan yang diberlakukan di wilayahnya. Contohnya, dalam lingkup keluarga, kepala keluarga mempunyai wewenang tertinggi untuk mengayomi keluarganya. Istri dan anak patuh kepada ayah atau suaminya. Hal itu menunjukkan bahwa dalam masyarakat, ada peran pemimpin yang membantu menyatukan individu-individu. Stratifikasi SosialStratifikasi sosial menempatkan seseorang pada kedudukan dan perannya di dalam masyarakat. Ketidakseimbangan hak dan kewajiban masing-masing individu atau kelompok menimbulkan adanya penggolongan masyarakat dalam kelas-kelas tertentu. Dalam kehidupan bermasyarakat, stratifikasi sosial didasari atas kasta sosial, usia, suku, pendidikan, dan beberapa aspek lain yang memicu juga Pengaruh Keberagaman Masyarakat Indonesia Dampak Positif & Negatif Contoh Kesadaran Hukum Masyarakat, Pengertian, & 4 Indikatornya Fungsi Masyarakat, Interaksi, Pemeliharaan, hingga Mencapai Tujuan Fungsi masyarakat adalah sebagai berikutFungsi untuk Mencapai TujuanFungsi masyarakat salah satunya adalah untuk mencapai tujuan bersama. Fungsi ini untuk mengatur hubungan antara masyarakat sebagai sistem sosial dengan substansi kepribadian. Yang mana, fungsi tersebut tercermin ketika dalam penyusunan suatu skala prioritas dari berbagai tujuan yanh hendak InteraksiMasyarakat memiliki fungsi interaksi yang meliputi koordinasi yang dibutuhkan oleh unit-unit yang sudah menjadi bagian dari sebuah sistem sosial. Di mana sistem sosial tersebut memiliki kaitan dengan unit-unit yang berkontribusi kepada organisasi dan fungsi-fungsinya secara PemeliharaanFungsi ini tetap mempertahankan prinsip-prinsip tertinggi yang dimiliki oleh masyarakat sambil mempersiapkan dasar dalam bertingkah laku untuk menuju kenyataan yang lebih tinggi. - Pendidikan Kontributor Rizka Alifa RahmadhaniPenulis Rizka Alifa RahmadhaniEditor Addi M IdhomPenyelaras Yulaika Ramadhani
SOSIOLOGI Kelas XII 12 f. Prasangka terhadap Hal-Hal yang Baru atau Sikap yang Tertutup Sikap demikian dapat dijumpai pada masyarakat yang pernah dijajah. Mereka selalu mencurigai sesuatu yang berasal dari negara- negara Barat. Secara kebetulan unsur-unsur baru kebanyakan berasal dari negara-negara Barat. Sehingga segala sesuatu yang berasal dari negara-negara Barat mendapat prasangka buruk oleh masyarakat setempat. g. Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis Setiap usaha mengadakan perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi. Di mana ideologi masyarakat merupakan dasar integrasi masyarakat tersebut. Oleh karenanya, perubahan sosial tidak terjadi. Keterasingan Suku Yali Mek Suku Yali Mek adalah suku pegunungan. Honai-honai mereka dirikan di punggung bukit dan kaki-kaki gunung di Kecamatan Kosarek, Kabupaten Jayawijaya. Walaupun telah mengenal pakaian, namun sebagian besar suku Yali Mek masih suka telanjang, baik itu laki-laki maupun perempuan. Kondisi geografis yang berbukit dan bergunung-gunung membuat suku Yali Mek hidup terpencil dan terbelakang. Kondisi kesehatan mereka pun sangat memprihatinkan. Penduduk banyak mengidap berbagai penyakit, terutama anak-anak. Dan sejauh ini pemerintah belum memberikan sarana kesehatan yang memadai. Satu-satunya alat transportasi yang menghubungkan Kosarek dengan dunia luar hanyalah pesawat. Itu pun hanya datang dua kali seminggu, sehingga mereka dapat menjual hasil bumi ke Wamena. Bagi yang tidak mempunyai uang, mereka akan berjalan kaki ke Wamena yang ditempuh selama seminggu. Melihat fenomena ini tidak mengherankan bila perubahan yang terjadi sangatlah lamban bahkan mengalami stagnasi. Sumber Pada pembahasan di atas telah dijelaskan mengenai faktor-faktor penghambat terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Nah, tugasmu sekarang, cobalah cari suatu masyarakat yang menurutmu memiliki laju perubahan yang lambat. Adakan pengamatan sederhana dan wawancara singkat terhadap warga masyarakat tersebut untuk mengetahui faktor-faktor penghambat perubahan sosial. Dengan data-data dan faktor-faktor yang ada, buatlah sebuah tulisan tentang lambatnya perubahan di daerah tersebut. Hasilnya bacakanlah di depan kelas. Di unduh dari 13 Proses Perubahan Sosial di Masyarakat 3. Faktor Penyebab Perubahan Sosial Secara umum dapat dikatakan bahwa timbulnya perubahan sosial dapat disebabkan dari dalam masyarakat itu sendiri faktor intern dan dari pengaruh masyarakat lain atau dari alam sekitarnya faktor ekstern. a. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri. Yang dimaksud dengan masyarakat di sini dapat kolektif dan dapat pula individual. Faktor-faktor internal tersebut antara lain 1 Bertambah atau Berkurangnya Penduduk Bertambahnya penduduk yang sangat cepat menyebabkan terjadinya perubahan dalam struk- tur masyarakat, terutama yang menyangkut lembaga-lembaga kemasyarakatan. Contoh, dengan adanya urbanisasi, mencetak pengangguran- pengangguran baru yang menyebabkan meningkat- nya angka kemiskinan. Situasi ini mengakibatkan tingginya angka kriminalitas di kota-kota besar. Sedangkan berkurangnya penduduk karena urbanisasi mengakibatkan kekosongan yang berakibat berubahnya bidang pembagian kerja, stratifikasi sosial, dan lain-lain. 2 Penemuan-Penemuan Baru Inovasi Penemuan-penemuan baru sebagai akibat terjadinya perubahan dapat dibedakan menjadi discovery dan invention. discovery merupakan penemuan baru dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik yang berupa alat baru ataupun berupa suatu ide yang baru. Contoh, penemuan mobil diawali dengan pembuatan motor gas oleh S. Marcus. Selanjutnya, discovery menjadi invention jika masyarakat sudah mengakui, menerima, bahkan menerapkan penemuan tersebut. Adanya mobil yang telah disempurnakan menjadi sebuah alat pengangkutan manusia merupakan salah satu wujud invention. Invention menunjuk pada upaya menghasilkan suatu unsur kebudayaan baru dengan mengombinasikan atau menyusun kembali unsur-unsur kebudayaan lama yang telah ada dalam masyarakat. Menurut Koentjaraningrat, faktor-faktor pendorong individu mencari penemuan baru sebagai berikut. a Kesadaran dari orang per orang akan kekurangan dalam kebudayaannya. b Kualitas dari ahli-ahli dalam suatu keadaan. c Perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat. Sumber Gambar Meningkatnya jumlah penduduk mem- bawa perubahan pada lingkungan seki- tarnya. Sumber Gambar Adanya teknologi-teknologi maju mampu menimbulkan perubahan dalam masya- rakat. Di unduh dari SOSIOLOGI Kelas XII 14 3 Konflik dalam Masyarakat Pertentangan atau konflik dalam masyarakat mampu pula menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Secara umum pertentangan tersebut dapat berupa pertentangan antarindividu, antara individu dengan kelompok, antarkelompok serta konflik antargenerasi. Pada umumnya akibat konflik dapat merenggangkan kekeluargaan atau golongan. Hal inilah yang menyebabkan perubahan sosial dalam masyarakat. 4 Pemberontakan dan Revolusi Pada umumnya pemberontakan terjadi karena adanya ketidakpuasan anggota masyarakat terhadap suatu sistem pemerintahan yang ada. Oleh karena situasi dan kondisi ini mendorong munculnya revolusi sebagai wujud dari pemberontakan. Adanya revolusi akan membawa perubahan- perubahan yang besar dan berlangsung cepat. Misalnya, revolusi Mei yang terjadi di Indonesia, perubahan-perubahan besar terjadi di Indonesia baik perubahan kepala negara, wakil kepala negara, struktur kabinet sampai pada perilaku warga masyarakat. Masyarakat menjadi lebih berani mengkritisi cara kerja pemerintah. b. Faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat yang bisa mendorong terjadinya perubahan sosial. Faktor-faktor tersebut antara lain 1 Lingkungan AlamFisik di Sekitar Manusia Lingkungan alam dapat mengakibatkan perubahan sosial. Terjadinya gempa bumi, banjir bandang, tsunami, topan, gunung meletus, dan lain-lain mengakibatkan sebagian warga yang tinggal di daerah tersebut terpaksa mengungsi ke daerah lain. Di tempat pengungsian, mereka harus beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik maupun sosialnya, kondisi ini mengakibatkan per- ubahan-perubahan pada lembaga-lembaga ke- masyarakatan. Contoh, masyarakat di Desa Siring, Porong, Sidoarjo. Akibat luapan lumpur panas mereka terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan untuk sementara mereka tidak bekerja. 2 Peperangan Peperangan, terutama yang melibatkan dua negara dengan segala kekuatannya, berarti peperangan terjadi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lain di luar batas-batas negara. Sebagai akibatnya, rakyat mengalami kehidupan yang penuh ketakutan, harta benda menjadi hancur, menimbulkan kemiskinan dan tidak menutup kemungkinan menelan banyak korban jiwa. Akibatnya struktur masyarakat pun mengalami perubahan, sebagaimana perubahan yang terjadi pada negara Jepang setelah kalah dalam Perang Dunia II. Jepang berubah dari negara agraris militer menjadi suatu negara industri. Sumber Gambar Konflik masyarakat memicu perubahan. Sumber Gambar Luapan lumpur panas mengharuskan sebagian besar warga mengungsi. Sumber Gambar Akibat perang menimbulkan banyak perubahan. Di unduh dari 15 Proses Perubahan Sosial di Masyarakat 3 Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik. Yang pada akhirnya, memunculkan perubahan sosial. Hal ini dikarenakan masing-masing masyarakat memengaruhi masyarakat lain, tetapi juga menerima pengaruh dari yang lain sehingga terjadi penyebaran kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan baru. Maksud hati merengguk emas, apa daya menuai lumpur, itulah kira- kira yang terjadi di Sidoarjo. Enam bulan telah berlalu, namun luapan lumpur belum teratasi. Hal ini membawa perubahan besar pada masyarakat Porong, Sidoarjo. Akibat peristiwa ini rumah tinggal rusak, 18 sekolah, 2 kantor, 15 pabrik ditutup karena tergenang lumpur, terlebih jiwa berubah statusnya menjadi pengungsi. Selain itu, bus antarkota tidak beroperasi, banyak karyawan kehilangan pekerjaan, petani kehilangan sawah, jalur kereta api terancam tergenang, dan lain-lain. Kesemuanya mendorong perubahan-perubahan di segala bidang baik sosial, budaya, maupun ekonomi. Struktur masyarakat serta stratifikasi sosial menjadi kabur, nilai- nilai dan norma-norma sosial menjadi berubah. Pola-pola perilaku masyarakat menjadi berbeda dari biasanya. Tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik antarwarga masyarakat sehingga keseimbangan sosial menjadi kabur. Sebagaimana tampak ketika warga masyarakat berebut excavator untuk meratakan jalannya aliran lumpur. Sumber Cermatilah kasus di atas Bersama teman sekelompokmu, cobalah analisis kasus tersebut dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. a. Adakah perubahan sosial dalam kasus di atas? b. Berdasarkan materi di atas, bagaimanakah bentuk perubahan yang terjadi? c. Temukan pula faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan sosial tersebut Berdiskusilah bersama teman sekelompokmu untuk mengerjakan kegiatan ini. Tulislah hasilnya dalam bentuk laporan sederhana dengan gaya bahasa yang menarik. Presentasikan di depan kelas dan minta teman di luar kelompokmu untuk menanggapinya sehingga terbentuk diskusi interaktif. D. Proses Terjadinya Perubahan Sosial Menurut Alvin L. Bertrand sebagaimana dikutip Arif Rohman, 2002, proses awal perubahan sosial adalah adanya komunikasi. Melalui kontak dan komunikasi, unsur-unsur kebudayaan baru dapat menyebar baik berupa ide-ide, gagasan, keyakinan, maupun kebendaan. Proses penyebaran unsur kebudayaan dari satu masyarakat kepada masyarakat lainnya disebut proses difusi. Proses berlangsungnya difusi akan mendorong terjadinya akulturasi dan asimilasi. Kesemua proses ini akan kita kaji bersama materi berikut ini. Di unduh dari SOSIOLOGI Kelas XII 16 1. Difusi Difusi merupakan suatu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari orang perorangan kepada orang perorangan yang lain, dan dari masyarakat ke masyarakat lain. Misalnya, terdapat penemuan baru dalam suatu masyarakat, maka penemuan itu dapat diteruskan dan disebarkan kepada masyarakat yang lain dengan cara difusi sehingga mereka pun dapat menikmati manfaat dari penemuan baru itu. Oleh karena itu, difusi dapat menjadi pendorong bagi tumbuhnya suatu kebudayaan dan menambah kebudayaan-kebudayaan manusia yang telah ada. Masuknya unsur-unsur kebudayaan baru secara difusi dapat terjadi dengan cara-cara sebagai berikut. a. Hubungan Simbiotik
jabarkan unsur unsur masyarakat menolak adanya hal hal baru